Asmaku Sahabatku
Aku menyadari bahwa aku sakit asma ketika aku duduk diMA atau setara SMA, dari kecil sudah ada penyakit ini tapi karena pikiranku yang masih bersih, belum ada rasa beban, keingianan atau apapun asma jarang sekali menyerang asal tidak sangat capek karena bermain. Beda ketika sudah semakin dewasa pikiranpun bermacam-macam singgah, mulai dari keadaan orang tua, ekonomi keluarga, cita-citaku, teman-teman sekililingku semua hinggap dalam kepala dan imajinasiku. Apalagi sekolah dilingkungan pondok seperti saat itu, tidak ada mata pelajaran olah raga praktis penyakit ini kian merajalela. Hampir setiap bulan ke rumah sakit dekat sekolahku, gratis juga ke dokter dekat rumahku, datang dan pergi penyakit ini. lambat laun aku belajar memahami diriku kapan aku kambuh kapan harus minum obat kapan harus istirahat. Aku tidak seperti temanku yang lain, yang bebas bergerak dan makan apapun yang disukai es yang menggiurkan atau bakso yang amat pedas dan berwarna merah. pasti akan kambuh batukk...