Diseminasi Teknik Penyusunan Soal Ujian Madrasah Di Kemanag Kota Surabaya

 


Hari ini Sabtu, 06 Maret 2021, diadakan diseminasi dari hasil pelatihan teknik penyusunan soal ujian madrasah yang telah diadakan di Kemenag Kantor Wilayah  Provinsi Jawa timur . Dari Kota Surabaya diwakili oleh 13 peserta diantaranya tiga orang pengawas dan 10 orang guru yang terdiri dari beberapa guru mata pelajaran.

Dari MTs sekota Surabaya, diwakili oleh 5 orang guru yaitu dari MTsN 2 diwakili Ibu Agustin guru Bahasa Inggris, Bpk Ainur Rofiq guru IPS , dari MTsN 4 diwakili Ibu Aniliza guru PAI, dari MTsN 1 diwakili oleh Ibu Asmiati guru IPA, dan dari MTsN 3 diwakili  ibu Dwi guru IPA.


                                            

Masing-masing dari peserta pelatihan teknik pembuatan soal UM ini menyebarkan ilmunya kepada kami teman sejawat, kami para peserta diseminasi diharapkan untuk menularkan ilmunya kepada guru-guru lain di Madrasah masing-masing sehingga ilmu yang diperoleh menyebar kepada semua  para pendidik dilingkungan Madrasah, sehingga tujuan Madrasah hebat bermartabat akan terwujud dalam bidang meningkatnya profesionalisme para pendidik, demikian harapan dari bapak Nur Hasan yang membuka acara ini.

Ada enam titik lokasi diseminasi pada hari ini, yaitu di MTsN 1, di MTsN 3, Di SD Muhamadiyah 5, MIN 1 dan MIN 2 Kota Surabaya.

                                                    


Kebetulan saya ditugaskan menjadi peserta diseminasi di MTsN 1 Kota Surabaya yang beralamatkan di jl. Medokan Semampir indah no.91 kec. Sukolilo, walau hujan mengguyur dengan deras tidak serta merta menyurutkan semangat kami dalam menimba ilmu dari teman-teman sejawat yang akan membimbing kami.

Pukul 08.00 WIB tepat diseminasi dibuka oleh Bapak Drs, Nur Hasan,. M.ag, beliau menyampaikan bahwa diseminasi ini adalah tindak lanjut dari SK Kemenag Provinsi Jawa Timur nomor B-995/kw.13.2.1/PP.00/2/2021 tanggal 26 Januari tentang pengembalian Peserta Pembekalan Tingkat Provinsi Teknik Penyususnan Soal Ujian Madrasah (UM) untuk calon Instruktur Kabupaten/Kota, secara virtual  untuk guru, MI, MTs, MA dan Pengawas Se- Jawa Timur Tahun 2021 yang dilaksanakan mulai tanggal 23-27 Februari 2021.

Beliau berpesan jadilah pembelajar, menimba ilmu dari para instruktur yang sudah dilatih di Kemenag Kantor Wilayah Provinsi Jawa Timur, jangan sampai kita para guru Madrasah membuat soal yang berbau sara, paham ekstrim, radikal, politik praktis, bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.  Harus hati-hati dan cermat tentang hal ini dan tak lupa beliau juga berpesan untuk selalu menjaga  kesehatan dengan menerapkam 5M.

Dalam pembukaan itu acara dibawakan oleh Ibu Aniliza, S.Ag ,susunan acaranya adalah sebagai berikut:

1.      Pembukaan

2.      Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah

3.      Sambutan Kepala MTsN 1

Drs. H. Moh. Hasan Bisri, M.Pd

4.      Sambutan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenaq Kota Surabaya

Drs. Nur Hasan, M.Ag

5.      Penutup dan Doa

Drs. Asmuni H

Bapak Hasan , selaku kepala MTsN 1 Kota Surabaya, mengucapkan selamat datang dan selamat belajar serta bersilaturrahmi dengan sesama guru yang lain semoga menambah erat persaudaraan, beliau mohon maaf sekiranya sebagai tuan rumah ada hal-hal yang kurang berkenan.

                                                             



Acara diseminasi ini dihadiri oleh 52 orang peserta 3 orang calon instruktur, dan 1 pengawas. Para peserta terdiri dari guru-guru bidang studi PAI, IPA dan IPS dari  MTs Negeri dan Swasta.

Setelah acara pembukaan dan serimonial selesai acara dilanjutkan dengan Diseminasi Teknik Penyusunan Soal UM, dimoderatori oleh Ibu Aniliza,. Ibu Hj. Umi Kulsum, S.Pd. M.Pd, yang pertama memberikan penjelasan yang melatar belakangi diadakannya Pelatihan Teknik Penyusunan Soal UM bagi para calon instruktur ini adalah

1.      Peniadaan Ujian Nasional

2.      Penstandaran mutu penilaian

3.      Penilaian oleh satuan pendidikan

4.      Kebutuhan para peserta didik

Dengan adanya kegiatan ini para peserta diharapkan mampu memahami konsep penyusunan soal ujian dan bisa meningkatkan ketrampilan mereka dalam menyusun butir soal ujian madrasah pada tahun 2021.

Ibu Asmiyati, M.Pd melanjutkan penjelasannya dalam membuat soal ada beberapa komposisi jumlah soal Ujian madrasah, meliputi 20% materi kelas 7, 30% materi kelas 8 dan 50% materi kelas 9.

Sebaran level kognitifnya 20% level 1, 30% level 3, dan 50% level 2. Level 1 tingkat kesulitannya paling rendah yang bercirikan soal memahami dan menghafal, level 2 yang berarti sedang tingkat kesulitannya yang bercirikan penerapan, sedang level 3 bercirikan analisis.

Jangan sampai kita punya pemikiran, soal level 1 saja nilai siswa kita kurang dari KKM, apalagi jika diberi soal HOTS. Maksud dan tujuan disertakannya soal HOTS untuk siswa kita yaitu supaya peserta didik kita mampu berpikir tingkat tinggi dengan menganalisis dan bernalar.

Supaya siswa kita mampu dan terbiasa belajar memecahkan persoalan dengan menganalisa terlebih dahulu, , tidak hanya pandai yang menghafal dan mengingat saja.  Demikian penjelasan Ibu Asmiyati, M.Pd yang juga menjabat sebagai WAKAKUR di MTsN 1 Kota Surabaya.

Kegiatan selanjutnya adalah kami para peserta diseminasi dikelompokkan dalam satu ruangan yang terdiri atas guru PAI. Jadi dibuat  tiga kelas.  Karena saya guru PAI saya digrup/kelas guru PAI yang dibimbing oleh ibu Aniliza. S.Ag.

Kami dijelaskan terlebih dahulu apa itu soal HOTS, bukan untuk menyulitkan murid tapi  tujuannya adalah meningkatkan literasi dan kemampuan bernalar peserta didik dan supaya peserta didik kita  terasah dengan soal-soal tingkat tinggi  yang kita berikan, dan setelah itu kita diajak langsung praktik membuat soal sesuai pelajarannya masing-masing.

Bagi  mata pelajaran selain PAI, Bapak dan Ibu guru harus menetukan KD dan indikator soalnya terlebih dahulu, sedang untuk mata pelajaran PAI, sudah ditentukan KD dan indicator soalnya. Dan ini sangat memudahkan bagi kami guru-guru PAI, karena hanya fokus ke pembuatan soalnya saja.

Pada siang itu kami para peserta desiminasi diberi tugas membuat soal sebanyak 6 saja sebagai contoh . Soal level 1 sebanyak dua butir,  soal, level 2 juga dua butir soal dan soal level 3 juga sebanyak  dua butir soal. Sesudah  selesai mengerjakan kami bergantian maju  untuk memaparkan hasil pembuatan soal kami untuk kemudian dikoreksi bersama.

Demikian acara diseminasi pada hari ini semoga menambah manfaat bagi kita dan peserta didik kita, mudah-mudahan ada lagi acara yang sama dimasa yang akan datang untuk menambah hasanah pengembangan profesionalis kita sebagai pendidik anak bangsa.



 

Khusnul Khotimah, S.PdI

Menulislah untuk Keabadian

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan keuangan April-Juni 2021 RT 01 Aquamarin Kota Baru Driyorejo Gresik

Inspirator Literasi TOP dari Jawa Barat

Pelaporan Lomba Semai Ketan Pudak ke-2